Smile to me and…

Smile to me and…

GambarSmile to me and don’t leave me
Cause you’re my heart please dont leave me alone
You gave me your love with all your heart
I never have this kind man like you before

It’s not cliche it’s real
I just need you to believe
I will never treat you bad
Cause you’re the one that I love

As the time goes on
That doesnt really matter it couldnt change our heart
And no one will ever be
Because your love always on my heart it kept me warm

No one seems to care
But we dont really care

menertawakan diri sendiri yuukk..:D

menertawakan diri sendiri yuukk..:D

pernah ngerasa sial ngga? bangun telat karena ternyata alarm lupa belom dinyalain. berangkat ke kampus buru2 karena udah telat dan jatah bolos udah abis. kelupaan ga bawa payung..dan baru nyampe gerbang kampus tau2 hujan datang tak diundang. basah2an ke kelas..pake acara kepeleset dan jatoh tepat di depan pintu. malu abis. belom lagi ternyata dosen ga dateng dan itu jam kuliah terakhir hari ini. kyaaaaaaaaa..pengen jedotin kepala ke tembok rasanya.
hal2 kecil tak terduga semacam itu sering banget nyamperin hari kita. bisa bikin badmood dalam hitungan tiga detik. mulai deh mengutuki nasib. bete. kesel. perasaan yang justru semakin bikin kita ngerasa bego dan sial. ga cuman itu, bahkan perasaan negatif itu bisa membuat kesialan2 lain ikutan nyamperin kita. ga percaya?coba aja..:D
intinya..badmood berkepanjangan itu bakalan ngerusak hari kita banget laah kalo diterusin. padahal nih yaa..seandainya kita bisa mengontrol diri kita dari yg namanya mengutuki diri sendiri..mengganti tiga huruf ‘b-a-d’ dalam badmood dengan kata ‘good’..maka semuanya akan 1000km lebih baik. yap..ini serius.
sekarang mari berpikir positif. mungkin saja hari ini alam memang sedang ingin bercanda dengan kita. kesialan-kesialan ituu..mungkin adalah cara alam menghibur kita dan orang2 di sekitar kita. udah bangun telat, keujanan, jatoh kepeleset tepat di depan gebetan pula. hahahahahahahaaaaaa.. lucu bukan? ya. mungkin memang ini cara alam membuat kita tertawa. lalu..kenapa kita ga tertawa?? menertawakan diri sendiri ga haram kok hukumnya..:D daripada kita sibuk mengutuki diri sendiri dan membuat kesialan2 menjadi bumerang buat diri kita sendiri. jangan sampe laaaah yaaa hari indah kita rusak cuman gara2 hal sepele kaya gitu.
eiiitss..ga percaya dengan teori ini? ya silahkan..:D memang anda akan sulit percaya sebelum mencobanya..:) selamat mencoba..:)
#ga maksud doain kalian buat dapet sial looh yaaa..;D

ternyata kau jauh lebih beruntung

ternyata kau jauh lebih beruntung

—-dan ternyata kau jauh lebih beruntung dari mereka

Perhatianku tertuju pada mereka yang berlalu lalang di hadapanku..di lorong gerbong-gerbong kereta api kelas bisnis Fajar Utama jurusan Yogyakarta-Jakarta. Mereka yang berteriak-teriak menawarkan barang dagangannya kepada para penumpang KA. Hari itu..aku dan dua teman laki-laki ku sedang dalam perjalanan kembali ke Jakarta setelah cukup puas menghabiskan 5 hari waktu liburan tengah semester kami di Jogja.

“Sarapan..sarapan..,sarapannya mbak..mas…”, suara parau seorang ibu separoh baya menawarkan nasi dagangannya. Ku palingkan wajahku pada sumber suara. Ya Tuhan…melihat sosok pemilik suara itu membuat pikiranku menerawang jauh ke depan…keluar…menembus kaca jendela KA…terus keluar..jauh..melewati hamparan hijau persawahan yang kami lintasi.

Usia Ibu itu pastilah sudah lebih dari separuh abad. Wajahnya yang mulai tampak keriput penuh dengan cucuran peluh. Sesekali kain pengikat dagangan digunakannya untuk menghapus keringat yang membasahi wajah hingga lehernya. Dadaku sesak melihat pemandangan itu. Seorang ibu tua atau bahkan mungkin lebih sesuai jika aku menyebutnya nenek, berpindah dari satu gerbong ke gerbong lainnya..berteriak-teriak menawarkan bungkusan nasi uduk yang ia bawa demi mendapatkan sejumlah rupiah.

Ya Tuhan..nenek itu..di mana suaminya? Di mana anak-anaknya? Cucu-cucunya?? Di mana keluarga yang seharusnya menjaga dan merawat nenek itu di rumah tetapi justru membiarkannya untuk tetap membanting tulang di usianya yang sudah tak layak lagi untuk bekerja. Sebegitu teganya-kah mereka membiarkan istri-ibu-nenek mereka berjalan dari gerbong satu ke gerbong lain..dari satu kereta ke kereta lain..juga dari stasiun satu ke stasiun berikutnya..sepanjang hari..sambil membawa sekeranjang besar nasi bungkus..berteriak-teriak dengan suaranya yang parau karena kelelahan.

Atau juga seorang perempuan muda yang sedang hamil tua..membawa sekeranjang aneka minuman ringan..berjalan menyusuri lorong gerbong KA..berteriak-teriak..juga untuk menjajakan dagangan. Ya Tuhan…perih hati ini melihatnya. Suami macam apa yang tega membiarkan istrinya yang tengah hamil bekerja seberat itu??

Lagi-lagi…di mana suaminya?? Di mana keluarganya yang lain? Mengapa mereka membiarkan orang-orang yang tak layak bekerja itu untuk tetap berjuang mengais rezeki? Tak adakah pilihan lain bagi mereka selain membiarkan wanita-wanita cantik itu berada di dalam gerbong KA ini menghadapi kerasnya kehidupan seorang diri demi sesuap nasi untuknya dan keluarganya??

Ya Tuhan..siapa yang semestinya disalahkan atas ini semua..??
Bukan!! Bukan suami-suami mereka..bukan pula anak-anak mereka..juga bukan pula cucu-cucu mereka. Ya..memang bukan. Aku yakin mereka pun pasti tidak menginginkan istri-ibu-nenek mereka melakukan pekerjaan seberat ini. Ya, pasti…karena sekarang aku berpikir kebutuhan ekonomi lah yang menuntut mereka. Tuntutan agar tetap bertahan hidup. Tuntutan untuk tetap berjuang menghadapi kerasnya dunia. Ya, karena memang dunia itu keras. Sekali lagi, dunia itu keras. Tak mudah untuk bertahan hidup. Ya..mestinya aku mau melihat dan menyadari hal ini sejak dulu…

Tak pernahkah kau membayangkan dirimulah yang sedang berjualan nasi bungkus dan air mineral di gerbong depan itu saudaraku?? Dirimulah yang sudah beberapa malam tak tidur dan menghabiskan waktu untuk berpindah dari satu stasiun ke stasiun lain..dari satu kereta ke kereta lain..menyusuri gerbong antar gerbong..berteriak menawarkan dagangan yang kau bawa kepada para penumpang yang hanya sedikit dari mereka mau mempedulikanmu?? Pernahkah kau membayangkannya?? Demi Tuhan…saat ini aku sedang membayangkannya…

Kulihat lebih dekat diriku..kulihat baju dan sepatu yang sedang kukenakan..telepon seluler yang tak lepas dari genggaman..juga tas slempang yang ada di pangkuanku. Ya Tuhan..betapa beruntungnya. Sungguh, aku sangat beruntung…paling tidak dibandingkan dengan mereka yang sedang berlalu lalang di depanku. Aaah..begitu tak bersyukurnya aku. Bukankah memang seharusnya aku hanya boleh melihat ke bawah dalam hal ini?? Ya, lihat ke bawah. “Lihatlah orang-orang yang jauh lebih tidak beruntung dibandingkan dirimu Fiit..!!!”. Lihatlah mereka yang harus berjuang keras untuk bertahan hidup. Wanita-wanita itu..tak peduli dengan kondisinya yang memprihatinkan…melakukan pekerjaan yang tidak selayaknya ia kerjakan. Anak-anak kecil itu..waktu yang seharusnya dihabiskannya di sekolah justru ia habiskan di dalam kotak besi yang pengap ituu..menengadahkan tangan..mengharapkan belas kasihan manusia-manusia penghuni kereta.

“Ya Tuhan…aku mohon ampun atas ke-tidak bersyukur-an ku selama ini. Sungguh..aku manusia yang lemah dan lalai…”

Dan air mata pun tak bisa berhenti mengalir sepanjang perjalanan itu..

Welcome to my new blog..:D

Welcome to my new blog..:D

Dan setiap manusia itu memang harus berubah…menjadi semakin baik dan semakin baik lagi…
Menjadikan hidup yang dianugerahkan padanya menjadi lebih hidup dan bermakna
Menjadi manusia yang lebih patuh terhadap Tuhan-nya..:)

Welcome to my new blog..:D
Akhirnya kesampaian juga… Dari dulu pengen banget nulis. Alhamdulillah..meski baru kesampean sekarang..(mending telat daripada engga kan?;D)

Seorang mahasiswi di salah satu sekolah tinggi kedinasan di pinggiran Jakarta. Menjalani masa kecil sampe dewasa seperti manusia normal lainnya..terkadang sedih..terkadang bahagia..tapi sering galau nya… hahahahaaa..:D